Tatanan kehidupan yang harmonis terwujud dalam peradaban yang berintegritas. Ini berarti bahwa akumulasi perilaku individu berintegritas melahirkan kelompok masyarakat berintegritas, yang pada gilirannya menghadirkan peradaban manusia berintegritas. Dengan demikian, perilaku individu berintegritas meru- pakan prasyarat untuk menghadirkan tatanan masyarakat yang harmonis.
Akan tetapi, perilaku berintegritas bukan semata memiliki tujuan sosial. Hal yang lebih utama adalah bahwa perilaku berintegritas merupakan kebaikan pribadi yang manfaatnya akan diperoleh oleh diri pribadi, bukan oleh orang lain. Tidak ada balasan kebaikan, selain kebaikan pula.
Hal inilah yang harus ditanamkan di benak setiap peserta didik, agar perilaku berintegritas dilakukan tidak atas dasar tekanan, ancaman atau pamrih untuk mendapat balasan dari orang lain, atau untuk mendapat nilai yang tinggi. Melainkan murni untuk kebaikan dirinya sendiri. Secara ringkas, manfaat perilaku berintegritas dapat diuraikan berikut:
1) Jujur
Jujur adalah berkata benar sesuai dengan yang dilihat, didengar, dan dira- sakan. Kunci dasar kejujuran adalah pada kebenaran dan tata nilai yang ber- laku. Seseorang yang berperilaku jujur dalam hidupnya merasakan ketentraman jiwa, kedamaian, kebahagiaan, percaya diri, tidak manipulatif, tidak berpura-pura, dan kebersihan hati. Kejujuran juga tentunya memiliki nilai ibadah, karena sesuai perintah agama. Secara sosial, orang jujur akan dipercaya, dihargai, dihormati oleh masyarakat. Orang lain merasa nyaman dan aman ketika bergaul dengan orang jujur.
2) Tanggung jawab
Tanggung jawab adalah menerima semua konsekuensi akibat perkataan, perbuatan, serta komitmen yang dilakukan berdasarkan tata nilai, moral, atau aturan. Pribadi bertanggung jawab dalam hidup akan selalu berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan, senantiasa menghargai waktu dan mutu, hidup lebih produktif, menghargai dan berdisiplin, serta tentunya memiliki nilai ibadah. Secara sosial seorang yang bertanggungjawab umumnya diper- caya, dihargai, dihormati, dan orang lain merasa nyaman.
3) Disiplin
Disiplin adalah konsisten, tertib, menepati janji, berkomitmen dan taat atur- an. Perilaku berdisiplin memberi manfaat secara langsung bagi diri pribadi yakni terbiasa teratur, efisien waktu, tertib, tuntas dalam bekerja, menghargai orang lain, harmonis, tenang, damai, percaya diri, serta terhindar dari kecemasan dan kekhawatiran. Secara sosial pribadi berdisiplin akan dihargai, dihormati, disegani, dan diteladani, serta bernilai ibadah
4) Peduli
Peduli adalah kasih sayang, empati dan keberpihakan kepada sesama mau- pun lingkungan. Orang yang memiliki kepedulian pada sesama dan ling- kungannya akan merasakan kehidupan yang lebih bermakna. Sosok peduli memiliki ketentraman dalam menjalani kehidupan, saling menghargai, kepuasan batin, disayang, dihargai, dihormati dan disegani. Kepedulian kepada sesama dan lingkungan juga merupakan ajaran semua agama. Selain itu, kepedulian juga memberi manfaat sosial, yakni hidup rukun, saling menyayangi, saling menghormati, dan menimbulkan rasa aman dan nyaman di masyarakat.
5) Nilai karakter lain
Selain keempat nilai di atas, masih banyak nilai karakter lain yang teridenti- fikasi. Misalnya adil, berani, kerja keras, mandiri, sederhana. Namun nilai- nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan empat nilai sebelumnya. Pada dasarnya, semua nilai tersebut berasal dari sumber yang sama, yakni jati diri. Dengan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai prinsip berperilaku akan menghasilkan ketenangan jiwa dan kebahagiaan.






0 comments:
Post a Comment